Read more
Ikan koki merupakan komoditi ikan
hias yang sudah di budidayakan secara komersial di indonesia. Ikan koki
merupakan salah satu ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi. banyak varian jenis ikan koki yang sudah di budidayakan. Berikut
adalah cara budidaya ikan koki.
Makanan ini tidak diberikan sekaligus, tetapi diberikan secara bertahap. Jumlah makanan yang diberikan pada setiap waktu makan tergantung dari frekuensi pemberian.
Artinya, jika frekuensi pemberian makanan dilakukan empat kali sehari, maka jumlah yang diberikan pada setiap waktu makan adalah 1/4 dari dosis yang telah ditentukan.
1. Pemilihan Induk Koki
Langkah – Langkah Cara Budidaya Ikan Koki
Induk yang baik dan siap dipijah memiliki
panjang tubuh mencapai 7 cm (minimal) atau sebesar telur bebek dan
memiliki umur lebuh dari 7 bulan.
Pilih yang bertubuh ideal, dengan ekor
yang lebar, sirip yang tegak saat bergerak, kepala kecil dan sisik yang
indah atau tidak rontok.
Untuk mendapatkan benih larva yang
berwarna-warni, maka induk harus memiliki tubuh yang polos tapi berbeda
antara jantan dan betina, misalnya betina berwarna putih jantan berwarna
kuning.
Induk ikan yang dapat dipijahkan situasinya mesti sehat. lincah serta sudah matang gonad.
2. Ciri Induk Jantan
Jika diurut di bagian perut dapat keluar cairan berwarna putih susu
Terdapt benjolan kecil warna putih pada tutup insang atau kadang-kadang pada jari-jari pertama sirip dada
Bentuk dubur oval serta kecil
3. Ciri Induk Betina
Jika diurut di bagian perut dapat keluar cairan kuning berbentuk telur ikan koki
Di bagian perut agak membesar
Bentuk dubur besar serta bulat
4. Cara pemijahan ikan koki
Akuarium atau kolam yang bersih diberi
air kemudian diendapkan kurang lebih satu hari satu malam, kemudian
taruh eceng gondok di dalamnya untuk melekatkan telur.
Pilih induk yang telah matang gonad lalu dimasukkan dalam kolam
Pemijahan terjadi pada sore hari, biasanya keesokan pagi telur sudah menempel pada eceng gondok.
Lalu induk bisa dipindahkan ke kolam
penampungan induk untuk kemudian dipijahkan 1 bulan lagi. Biarkan telur
sampai menetas, jaga agar tidak terkena suhu yang terlalu ekstrim dan
jauhkan dari hewan pemangsa yang ada.
5. Penetasan Telur Ikan Koki
Proses penetasan ini dapat berlangsung lebih dari dua hari dan
apabila telur yang ditetaskan ternyata ada yang tidak bisa dibuahi akan
membusuk serta tidak lagi menetas.Telur yang membusuk ini akan ditumbuhi
oleh jamur. Suhu air bagi telur yang mengalami proses pembuahan
tersebut juga harus diperhatikan, suhunya hanya boleh berkisar antara 24
sampai dengan 28 0C.
Jika perlu tambahkan suplai oksigen untuk aquarium agar larva yang ada didalamnya bisa mendapatkan asupan oksigen yang cukup.
6. Pemeliharaan Benih Ikan Koki
Setelah 2 sampai 3 hari maka telur akan
menetas, pada hari ke 3 benih ikan sudah dapat di beri makan berupa kutu
air yang telah kita saring.
Setelah berumur 15 hari, benih mulai bisa diberi makan cacing rambut sebagai tambahan kutu air.
Jaga ketinggian air 10 – 15 cm dengan pergantian air satu minggu sekali, air diganti dengan air yang diendapkan lebih dahulu.
Gunakan eceng gondok untuk melindungi benih dari sinar matahari yang terik.
7. Pembesaran Ikan Koki
Pembesaran dilakukan setelah benih berusia 1 bulan, Pada saat pembesaran akan memerlukan banyak sinar matahari, maka eceng gondok dikurangi makanan masih berupa cacing rambut, diberikan pagi hari jika ada sisa sore harinya diangkat setelah usia ikan 4 bulan lebih, maka ikan sudah dikatakan calon induk, ikan jantan dan betina bisa dipisahkan untuk di pijah pada usia 8 bulan.8. Pemberian Pakan
Dosis pemberian pakan tidak di anjurkan secara berlebihan dengan tujuan tidak menciptakan kondisi buruk di dalam air, terutama jika memberikan makanan buatan. Dosis makan an yang umum diberikan dalam satu hari berkisar antara 3 – 5 persen dari berat total ikan yang dipelihara.Makanan ini tidak diberikan sekaligus, tetapi diberikan secara bertahap. Jumlah makanan yang diberikan pada setiap waktu makan tergantung dari frekuensi pemberian.
Artinya, jika frekuensi pemberian makanan dilakukan empat kali sehari, maka jumlah yang diberikan pada setiap waktu makan adalah 1/4 dari dosis yang telah ditentukan.



0 Reviews